Berita Terbaru

Lihat Semua Berita

Agenda Terbaru

Lihat Semua Agenda

Kalender

23 March 2017
MgSnSlRbKmJmSb
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen (MPAK) Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar Kuliah Umum dengan tema yang sangat menarik, yaitu “Religion in East and West” yang disampaikan oleh Prof. Paul Arthur Marshall (Advisor on Religious Freedom Harvard University and Senior Fellow at Leimena Institute in Jakarta) dari Baylor University, Amerika Serikat. Kegiatan ini bertempat di Aula Pascasarjana UKI, Salemba, Jakpus, (13/2).
Tamu yang hadir terdiri dari mahasiswa, Pimpinan Rektorat UKI, Pimpinan Fakultas, dan tamu undangan.
Acara dibuka dengan doa yang dibawakan oleh Pendeta Kampus, Pdt. Wellem Sairwona, M.Th., dan dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan, S.H. Beliau menyambut baik kedatangan Prof. Marshall. Menurut beliau, tema yang diangkat sangat tepat dengan kondisi sosial politik di Indonesia saat ini yang sering dikaitkan dengan agama dan juga relevan dengan Prodi MPAK.

Kuliah umum Prof. Marshall dimoderatori oleh Pdt. Stanley Rambitan, M. Phil., yang dimulai dengan pemutaran video berisi pemaparan materi dari beliau tentang agama dan negara di dunia barat dan Indonesia lalu dilanjutkan dengan sesi diskusi.
Prof. Marshall membahas sudut pandangnya mengenai agama di dunia barat dan dunia timur, dengan membandingkan antara Indonesia dengan Amerika Serikat karena kedua negara ini memiliki banyak kesamaan. Kesamaan tersebut diantaranya, a) Memiliki sebuah fondasi yang secara eksplisit yang religius, bukan sekuler; b) Terbuka terhadap sekumpulan kepercayaan agama; c) Menekankan bahwa hak asasi rakyatnya tidak dibatasi oleh agama, dan d) Menekankan baik kesatuan maupun keanekaragaman.
Keempat hal tersebut ia rangkum dengan fokus perbandingan yang menekankan pada konstitusi (Undang-Undang Dasar) dan hukum fundamental Indonesia dengan Deklarasi Amerika Serikat dan Undang-Undang Virgina mengenaI Kebebasan Beragama.

Lebih lanjut, Prof. Marshal menerangkan bahwa meskipun memiliki banyak perbedaan dan kesamaan yang paralel, masing-masing negara seringkali gagal untuk menghidupi cita-cita konstitusi mereka.  Contoh kasus di Indonesia adalah kasus penyerangan kelompok Ahmadiyah dan pelarangan ibadah di gereja yang bertentanggan dengan jaminan UUD atas kebebasan beragama. 
Prof. Marshall juga menjelaskan tentang ancaman terhadap kebebasan dan toleransi. Di Amerika Serikat, ancaman utamanya adalah dari suatu bentuk sekularisme yang restriktif, dan di Indonesia ancaman utamanya adalah dari suatu bentuk Islam radikal yang restriktif.
“Menurut saya ancaman utamanya bukan datang dari kelompok-kelompok kekerasan seperti ISIS atau FPI, tetapi lebih dari pandangan radikal yang terus menyebar, yang seringkali didukung oleh negara Timur Tengah (Arabisasi),” ujar Prof. Marshall.
Prof. Marshall berpesan agar Indonesia harus patuh pada komitmen konstitusinya untuk menjaga keutuhan NKRI.
Pada kuliah umum ini tampak sekali antusias para peserta yang hadir, dengan banyaknya penanya yang ingin tahu tentang topik yang diangkat. Namun, hal tersebut dibatasi dengan waktu yang singkat.
Acara ini ditutup dengan penyerahan souvenir dan foto bersama.
(jeh/lis)

Download

Search



Link




Pengunjung


Total Pengunjung:352560
Hari ini:54
Total Hit:1495106

Login